Ketika semua seakan tak mendengar. Ketika semua tak mau berpaling. Ketika suara ini seakan hanya angin lalu yang tak berguna. Ketika hati hanya tunduk pada kata-kata tuannya, tak mau mendengar raungan kegelisahan orang lain. Ketika otot-otot tak mau merespon impuls yang berasal dari otak untuk sekedar mengulurkan tangan untuk membantu. Tak hanya sekali, tetapi sekian kalinya. Pernahkah kalian menyadarinya? Jika jawabannya Ya, bersyukurlah karena hati telah membuka pintu positifnya. Tetapi jika jawabannya Tidak, tanyalah pada diri kalian sendiri apa yang sebenarnya otak kalian sampaikan pada hati kalian
dua - adeg z